Pengalaman PK2MABA Universitas Brawijaya
Aku membuka mataku dan terbangun kira-kira pukul 7:07 AM. Sedikit mengernyit ketika sesuatu yang berdengung mampir di mimpiku, ternyata setelah terbangun di dunia nyata adalah suara pesawat lewat. Tentu, pesawat maba (mahasiswa baru), mereka menyebutnya. Sebuah pesawat yang turut ikut serta meramaikan Upacara Pembukaan mahasiswa/i baru Universitas Brawjiaya dalam acara PK2 Universitas.
Aku terjaga begitu saja. Sedikit terganggu, apalagi pesawat tersebut sempat melintas kembali sekitar 3 kali putara. Namun, ada sesuatu yang tiba-tiba membuat perasaanku sesak. Mengusik sisi sensitifku. Kilatan masa setahun yang lalu pun membayang kembali, masa ketika aku menjadi maba. Masa ketika setiap hari selalu ditumpahkan untuk mengerjakan berbagai macam tugas ospek. Lagi-lagi, terasa sesak mengingatnya.
Beruntung, aku dan kloterku mendapatkan bagian PK2Univ hari pertama. Mengingat betapa membludaknya maba saat itu, yang setahuku sampai mencapai 15000-an, maka PK2Univ dibagi menjadi 2 hari.
***
Bangun pagi-pagi sekali. Mandi, dan aku cukup minum susu sereal sebagai pengganti makan pagiku. Lalu, meneliti kembali barang bawaan kami, tugas-tugas yang harus kami bawa dan kumpulkan, memakai atribut yang diperintahkan. Aku tersenyum geli mengingatnya, betapa saat itu aku sungguh was-was dan gugup menghadapi saat-saat pertamaku mengikuti acara sebesar ini, apalagi di kampus tercintaku dengan ribuan maba yang menyeruak bak semut.
Aku pun berangkat bersama dengan teman sekost-ku sekaligus teman SMA-ku dulu. Berdasarkan himbauan informasi sebelumnya, kami pun memilih lewat gerbang Veteran. Karena cukup dekat dengan akses jalan dari kost kami. Sampai didepan gerbang Veteran, beberapa panitia sudah ada dan meneriaki kami untuk melepas jas almamater kami. Yeah, kami ‘kan maba, pasti rajin dong pakai almamater aja dari kost. Aku cukup terhenyak sebentar yang kemudian langsung melepas almetku lalu kumasukkan kedalam tas ransel hitamku. Aku dan temanku dengan buru-buru segera memasuki gerbang, karena teriakan untuk segera masuk sudah beredar. Di depan gerbang bagian dalam kampus, ada panitia yang mengintruksikan untuk mengumpulkan tugas-tugas. Dengan buru-buru kamipun segera membuka tas kami, mengeluarkan tugas-tugas, lalu mengumpulkannya di kotak-kotak kardus berukuran jumbo.
Kemudian kami pun melanjutkan berjalan. Instruksi panitia yang menyuruh kami berjalan cepat seakan membiusku, menjadikan tanganku dingin sekali. Entah karena udara pagi yang dingin, atau karena memang efek perasaanku. Berkali-kali aku menghembuskan nafas. Berusaha meredakan gejolak yang semakin keras melingkupi dadaku. Yeah, I’m fine. Proud to be me.
Sesampainya di lapangan rektorat, aku dan temanku pun berpisah untuk menuju masing-masing kloter. Aku cukup kebingungan, pasalnya antara barisan dan kerumunan sulit sekali dibedakan. Pada akhirnya ada panitia yang mengarahkan. Ketemulah barisan kloterku. Aku berdiri sambil mengawasi pergerakan-pergerakan ataupun setiap momen yang ada disekitarku. Betapa lalu lalang para maba ini bak semut putih.
Aku berdiam diri untuk beberapa saat. Aku memang tipe orang yang tak bisa diam diantara orang-orang baru, yang belum aku kenal. Kemudian, aku pun menyapa seorang cewek disamping kananku. Basa-basi. Menanyai nama, asal, fakultas, jurusan, dan…yeah,,kesannya dengan acara saat ini. Aku lupa namanya. Yang pasti dia asli Malang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan jurusannya adalah Ilmu Komunikasi. Dia sepertinya juga tertarik dengan awal perkenalan ini, meskipun aku tak tahu apakah nantinya setelah acara ini selesai kami masih bisa bertemu-kenal-sapa. Yang terpenting, saat ini mendapatkan teman agar tidak sendirian diantara ribuan maba disini.
Selama Upacara Pembukaan tersebut kami disugugkan dengan berbagai penampilan dan atraksi dari beberapa UKM yang di universitas. Dikarenakan posisiku yang berada hampir di barisan belakang sehingga hanya mendengar suara tapi tak tahu tampak persisnya. Ada pula sambutan dari Rektor dan Presiden EM (Eksekutif Mahasiswa). Bagian yang paling menggugah adalah saat mendengarkan sambutan dari Presiden EM. Dengan jiwa semangat yang berapi-api seakan-akan membakar seluruh jiwa maba yang merasakan betapa perubahan besar nantinya yang harus kami hadapi. Mempersiapkan diri menjadi agent of change.
Apalagi ketika kami bersama-sama melantunkan lagu Mars Mahasiswa sambil mengepalkan tangan ke atas. Hatiku benar-benar tergugah dengan ini semua. Menjadi ‘mahasiswa’, bagiku, seakan-akan merupakan titik awal perubahan besar untuk mengabdi pada masyarakat, bukan hanya melulu teori semata. Sesudah Upacara Pembukaan selesai, kami digiring berdasarkan kloter melalui jalan yang berbeda untuk menuju ke gedung Samantha Krida (Sakri). Sebagian digiring menuju ke GOR Pertamina yang tepat disebelah kiri Sakri.
Satu kata yang dapat menggambarkan semuanya. Takjub. Ketika memasuki gedung, suasana pun seakan-akan berubah menjadi temaram dengan cahaya keemasan yang melayang-layang tampak di langit-langit. Bak lautan dibelah dua. Ditengah-tengah jalan terbentang karpet merah panjang sampai menyentuh bibir panggung. Di bagian panggung, sisi kanan dan kiri terpajang semacam salah satu kipas besar di dalam pewayangan Jawa yang terbuat dari semacam gabus. Besar. Kuning keemasan. Tampak semakin glowing dengan adanya pencahayaan yang tepat. Tak kalah menarik, di atas panggung, berjajar kursi-kursi, dibelakang deretan kursi tertata berderet rapi berbagai bendera tiap fakultas dengan corak warna masing-masing. Suasana makin menggetarkan ketika di slideshow menampilkan video grafis diselingi dengan denguman musik yang membuat semangat kami makin membara. Kalau tidak salah, musik yang dijadikan backsound saat itu adalah lagu Marry You-nya Bruno Mars dengan versi instrumental. Tentu saja, sound yang bergema makin membuat kami terpukau dengan suguhan visual yang terkesan gold-glamour tersebut.
Kami pun berjubel-jubel dahulu untuk mendapatkan tempat duduk. Tentu saja, teriakan panitia bagian Korlap menggema sembari mengatur kami agar tertib. Pada akhirnya, aku dan teman baruku dari FISIP tersebut bisa duduk. Lesehan. Ya, karena kami kebagian duduk ditengah-tengah di sisi bagian kanan. Sebisa mungkin kami menyesuaikan duduk kami dengan memangku tas ransel. Sehingga tidak memenuhi tempat untuk duduk.
Setelah bermenit-menit ria demi mengatur kami agar bisa duduk dengan tenang. Akhirnya perlahan-lahan menit-menit tersebut mulai mendekati dimulainya acara. Aku merasa tidak sabar sama sekali. Acara demi acara mulai berjalan. Kami diperkenalkan dengan para jajaran Rektorat yang kemudian ada pidato dari Rektor. Yang pasti yang dibahas adalah mengenai seluk beluk universitas. Kemudian di sela-sela acara ada penampilan dari UKM yang berkecimpung dibidang tari. Acara demi acara pun berlangsung disuguhkan kepada kami para maba.
Aku pribadi, menikmati semuanya dengan sepenuh hati. Meskipun kaki pegal-pegal karena kelamaan duduk lesehan, tak menyurutkan semangat untuk tetap mengikuti acara. Satu hal yang selalu memenuhi benakku saat itu adalah ‘aktivis’. Aku tak berhenti memikirkan satu kata tersebut. Beragam pemikiran berkecamuk di kepalaku.
Aku tak begitu ingat pukul berapa, yang pasti waktu sudah beranjak sore, karena kemilau matahari sudah keemasan dan tampak bersahabat. Usai sudah PK2 Universitas yang kami jalani hari ini. Banyak manfaat, ilmu, pengetahuan, dan wawasan yang tentunya aku pribadi dapatkan. Kebanggaan ini tentu saja tak berhenti disini begitu saja, setelah ini masih banyak yang harus diwujudkan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
M.



Comments