Trip to Sempu Island (Part 2)



previously Trip to Sempu Island Part 1

Aku bernafas lega. Lega sekali rasanya. Aku membentangkan kedua tanganku, seakan-akan ingin memeluk semua keindahan yang ada dihadapanku ini. Meskipun gelap melingkupinya karena senja sudah hadir, namun keindahannya tetap tampak disudut tiap mata para penikmatnya, termasuk diriku. Tanpa berpikir panjang aku langsung meletakkan barang bawaanku dan menceburkan kakiku dibibir pantai. Lega.

***

Dipinggiran pantai sudah banyak tenda terpasang. Dalam kegelapan malam, dan memakai penerangan senter serta headlamp kami pun membangun tenda. Dibantu oleh pak Tio. Sedangkan para perempuan menyiapkan ikan tongkol yang kami bawa. Bersama-sama kami membersihkan ikan, tak lupa menjadikan satu sampahnya pada kresek besar. Selesai kami menyiapkan ikan, para cowok juga sudah selesai membangun tenda, kami mulai mempersiapkan perapian untuk membakar si ikan tongkol yang sudah memanggil-manggil untuk dinikmati.

Flysheet digelar. Berbagai bumbu masakan terhampar, snack juga berhamburan keluar semua. Kami saling membahu memasak. Ada yang memanak nasi, ada yang kebagian membakar ikan, dan memasak oseng-oseng telur. Guide kami sangat baik sekali, kami dibantu mendirikan tenda. Ternyata disamping 2 tendak kami, merupakan tenda para guide. Setelah nasi matang, kami merebus air untuk membuat teh. Dengan lahap kami pun menikmati hasil masakan kami. Kami makan sambil diiringi backsound dari penghuni tenda sekitar yang sedang memainkan gitarnya. Tak lupa, kami juga menyisakan sepiring ikan tongkol untuk penghuni tenda sebelah kiri kita yang sedang asyik bergitar ria. Kami juga memberikan sepiring nasi dan lauk ke pak Tio serta teh hangat spesial.

Selesai makan, kami pun berberes alat-alat makan yang kotor. Sampah-sampah bertebaran kita buang ke kresek besar. Flysheet kita gelar. Kami pun tiduran semua dengan alas tersebut. Memandang ke langit. Penuh taburan bintang. Kami bersyukur hujan tidak turun, bahkan langit tampak cerah sekali. Kami ngobrol kesana kemari. Membicarakan 3 bintang yang berjejer rapi. Menunggu siapa tahu ada bintang jatuh. Meskipun angin semilir berhembus dingin, kami tetap menikmati semua keindahan ini. Aku terdiam memandanginya sambil menikmati popcorn.

Entah pukul berapa, kami pun beranjak untuk tidur di dalam tenda. Sepertinya semilir angin makin terasa dingin mendekati larut malam.

***

Day 2. 16/01/15

Sekitar pukul 5 kami pun bangun. Dengan bareface yang masih menunjukkan muka bantal plus kelelahan, kami merenggangkan badan diluar tenda. Olahraga kecil-kecilan, sembari menikmati udara pagi Sempu. Yang paling utama, kami ingin menyaksikan semburat fajar yang merekah indah di ujung karang belakang tempat kami bertenda. Kami pun mendakikarang tersebut dan sejauh mata memandang, hamparan lautan luas tampak bagaikan karpet kebiru-biruan. Breath-taking sekaligus mengerikan, bagi aku yang memiliki thalassophobia. Deburan ombak besar menabrak karang dibawah kami terdengar menggelegar.

Ketika matahari sudah mulai terasa bersinar terang, kami pun turun ke perkemahan untuk mempersiapkan makan pagi. Hari ini kami tidak menanak nasi. Kami pun menikmati popmie sebagai menu pagi ini, ditambah hidangan minuman kopi dan teh hangat. Selain itu, personil lain adapula yang menggoreng tempe, memasak telur bumbu pedas, membuat krim sup instan, dan pudding.


Setelah menyantap makan pagi, inilah saatnya bermain air. Dengan suka cita kami pun bermain kesana kemari didalam air. Kami pun bermain sepuasnya dipantai. Berenang kesana kesini. Sekedar menikmati deburan ombaknya atau berenang ketengah pantai dengan menggunakan kacamata goggles (karena aku phobia air dalam, aku tidak berenang hingga bagian tengah ;( ), berfoto-foto ria bersama maupun mengabadikannya dengan video.


***
Sekitar pukul 10 siang, kami pun beberes. Hal tersebut dikarenakan adanya peraturan bahwa pukul 10 siang tenda harus sudah dibereskan. Disela-sela beberes kami menikmati makanan yang masih tersisa daripada sia-sia terbuang. Kurang lebih pukul setengah 11, kami pun sudah siap memulai perjalanan pulang. Barang-barang dan perlengkapan sudah tertata rapi. Sebelum kami beranjak, kami berfoto untuk terakhir kalinya di batu karang. Menikmati beberapa saat pemandangan Sempu sebelum kemudian kami pun mulai melangkahkan kaki meninggalkan pantai Sempu dibelakang kami.

Us!
Kami pun melewati kembali track yang penuh lumpur becek dengan sepatu anti licin andalan. Perjalanan pulang kali ini terasa lebih cepat daripada saat kami berangkat. Mungkin gara-gara barang bawaan kami berkurang karena para makanan sudah berpindah ke perut masing-masing. Saat-saat terakhir akan sampai ke pinggiran pulau Sempu, aku tak tahan sekali rasanya. Jempol kakiku rasanya sakit karena tertahan sepatu yang kesempitan. Namun kalau sepatu tidak rapat, bakalan akan sering lepas ketika dipakai untuk berjalan dilumpur becek. Pak Tio yang berada didepanku dengan mudahnya berjalan melewati track yang berlumpur ini. Perjalanan kembali ini terasa lebih cepat dan dekat. Atau mungkin kita sudah mulai terbiasa dengan jarak yang kita tempuh saat berangkat.

Akhirnya kami pun mencapai tepi pinggiran pulau Sempu, tempat awal kami berangkat kemarin. Setelah melepas sepatu dan kaos kaki, aku pun mendekati air dan membersihkannya sekaligus membasuh kakiku. Kami semua duduk beristirahat sembari menghubungi pemilik perahu saat pemberangkatan kemarin. Hampir bersamaan dengan kedatangan perahu kami, terdapat perahu lainnya yang membawa wisatawan.

***

Sesampainya di Sendang Biru, kami pun bersih diri dan mandi. Sembari bergantian bersih diri, aku dan personil perempuan lainnya memilih makan mie ayam. Perut kami sangat kelaparan plus kehausan.
Sekitar pukul setengah 3-an, kami pun beranjak dari lokasi untuk pulang. Pukul 17.20 kami pun sampai Malang, tepatnya sampai dikampus. Kemudian kami memisahkan diri masing-masing, ada yang langsung pulang ada pula yang bersama-sama melanjutkan untuk mencari makan malam. Diatas pukul 8 malam aku baru sampai dikos, tentu dengan perut kenyang. Plus perasaan bahagia.


M.

Comments

Popular Posts